The Sentry tells you if someone is sneaking up on you while you’re, um, gaming

The Sentry tells you if someone is sneaking up on you while you’re, um, gaming

Say you’re, like, um, gaming on your computer with headphones on. And
you’re like… um. Really into the game? And someone sneaks up on you
from behind and you don’t have time to… pause… the game? The Sentry can help prevent the embarrassment of being seen while… playing games.

This fun little device is basically an IR motion sensor that can see
people within five meters of your workstation. A warning overlay will
appear on your screen as the person approaches and you can quickly tab
out of that game (or whatever) and pay close attention to the person
behind you.

The device costs $57 on Kickstarter and works with Windows. They expect to ship in May 2017.

The team originally designed this as a cubicle warning system but
they’ve clearly rethought their target market. They’ve almost raised
their $1,900 minimum – the previous failed Kickstarter clearly made them
gun-shy – but I see no reason a gamer wouldn’t want a sensor that could
tell them when someone is sneaking up on them while playing games (and
other stuff) or existing inside VR. An ounce of prevention is worth a
pound of not getting distracted during an important… boss fight.

Mercedes launches car-sharing service Croove

Mercedes launches car-sharing service Croove

For something like a century, car makers have sold one car to one person one time and then waited for them to wear out that car and come back to the dealership for another one. Increasingly, that model is outmoded, and Mercedes-Benz is putting another nail in that model’s coffin with Croove.

The car-sharing service launched in Munich this month with a couple of twists. Croove is a peer-to-peer sharing service, unlike fellow Daimler-owned service car2go or BMW’s ReachNow. Those services provide a fleet of cars to be shared in a city. Croove is open to anyone with any brand of car — private cars included.

Croove is only available as an iOS app for now, though Mercedes promises to have an Android version available soon, plus a desktop site. Requirements for sharing are simple; owners fill out a profile for their vehicle, including any options it has. The app then walks the owner through setting the price to rent the car. The vehicle does have to be “in good condition and no more than 15 years old,” according to a press release.

It’s just as simple for renters to rent, as long as they’re at least 21 years old and have a license. They use the app to find a car that suits their needs and contact the owner. Then the two users can either arrange an in-person key exchange, or the renter can pay a bit more for pickup and delivery by the owner. The app includes a checklist to use when looking for damage after the rental is concluded. Mercedes is looking to develop a PIN-based keyless function to make the exchange even more frictionless.

Croove is part of Mercedes’s CASE strategy, which stands for connectivity, autonomous driving, sharing and electric drive systems. Mercedes announced the creation of this separate, independent entity in September to advance technologies in these spaces from ideas to reality. The EQ electric mobility brand, which includes the Generation EQ concept vehicle, also falls under this particular umbrella.

Pokémon Go arrives on the Apple Watch

Pokémon Go arrives on the Apple Watch

Following an erroneous report claiming that Niantic’s plans to bring Pokémon Go to the Apple Watch were canceled, the company today put those rumors to rest with more than a mere statement: it has now launched the Apple Watch version of its popular game. The new smartwatch app lets you more easily play Pokémon without having to always pull out your phone. Instead, you can tap to find nearby Pokémon, collect items from PokéStops, and even log your gameplay as a “workout.”

The AR and GPS-powered game, which has been downloaded 600 million times as of November, offers a unique combination of gameplay and physical activity that makes sense for a platform like the Apple Watch.

The new app will take advantage of the watch’s fitness-tracking capabilities, as gameplay counts toward your personal Activity rings. In addition, your Apple Watch sessions will count toward hatching your Pokémon Eggs, too, as well as receiving Candy with your Buddy Pokémon.

Regular Pokémon Go players get a lot of exercise, of course. The company recently announced that trainers have walked more than 8.7 billion kilometers in their quest to capture 88 billion Pokémon to date. That’s the equivalent of 200,000 trips around the world, Niantic said.

The new game could encourage people to get out and walk even more.

In addition to fitness tracking, Pokémon Go will also tie into the Apple Watch’s ability to push notifications to your wrist. The app will send alerts about a variety of important events, including when there are nearby Pokémon to catch, when you’re near a PokéStop, when your Eggs hatch, and when medals are awarded, says Niantic.

However, when it comes time to actually catch the Pokémon, you’ll still need to break out your iPhone.

The launch of the Apple Watch app comes shortly after the smartphone app was updated with a number of new features, including the ability to hatch new Pokémon characters originally from the Pokémon Gold and Silver video games, the addition of Ditto, as well as the ability to catch the special edition Pikachu that’s wearing a festive holiday hat.

The company has also been steadily upgrading standard features like the tracker, while collaborating with big brands like Starbucks to serve as destinations for Gyms and PokéStops.

However, many of Pokémon Go’s moves as of late have focused on re-engaging lapsed users, too – like the in-game event over Halloween, for example, or the daily bonuses.

Launching on the Apple Watch may give these more casual players a reason to return, as the initial hype around the record-breaking game begins to wear off.

Niantic had first announced there would be an Apple Watch app at Apple’s September event, and just this week, its code was found to have references to Apple Watch features. However, some have been concerned whether the company would meet its earlier stated deadline of reaching the Apple Watch before year-end.

The app is rolling out now in all markets where Pokémon Go is available.

6 Aplikasi Karya Anak Bangsa yang Eksis di Negara Lain


6 Aplikasi Karya Anak Bangsa yang Eksis di Negara Lain

6 Aplikasi Karya Anak Bangsa yang Eksis di Negara Lain

Membuat aplikasi Android memang tidak terlalu sulit bila kamu sudah tahu tekniknya. Hanya saja, yang sulit adalah memikirkan bagaimana caranya aplikasi yang kita buat dapat bersaing dengan aplikasi lain yang sejenis. Padahal kita sendiri tahu bahwa Play Store di Android sendiri memiliki jutaan aplikasi yang dapat diunduh secara gratis.

Ketatnya persaingan antara aplikasi sejenis tentu akan membuat kita senang dan bangga bila aplikasi yang kita buat dapat rating dan jumlah download yang tinggi. Itu pulalah yang dirasakan oleh para saudara sebangsa kita yang menciptakan 6 aplikasi asli Indonesia. Betapa tidak, aplikasi buatan mereka sudah cukup mendunia dan eksis loh!

6 Aplikasi Karya Anak Bangsa Indonesia

1. Picmix

Hobi berfoto dan selfie? Berarti kamu wajib instal aplikasi made in Indonesia, Picmix. Aplikasi asli Indonesia yang satu ini adalah sebuah aplikasi editing foto yang mempunyai banyak pilihan fitur menarik untuk kamu kreasikan dalam hasil jepretanmu.

Picmix juga sudah bekerja sama dengan berbagai media sosial sehingga kamu bisa langsung share foto apa pun yang kamu hasilkan.

Untuk berkreasi dengan foto, Picmix menyediakan berbagai macam filter dan efek yang artistik. Selain itu, ada juga lebih dari 1.000 frame dan stiker yang lucu-lucu. Terbayang bukan, betapa aplikasi akan membuatmu semakin ketagihan untuk berfoto dan mengedit. Aplikasi ini gratis dengan tambahan fitur dalam bentuk in-app purchase.

2. Scoop Newsstand

Bagi yang suka membaca, Scoop boleh jadi aplikasi yang bisa kamu manfaatkan. Dengan e-reader ini, kamu bisa mengakses berbagai jenis bacaan mulai dari majalah, buku, koran, dan sebagainya. Meski merupakan aplikasi buatan lokal, direktori bacaan yang tersedia juga mencakup berbagai negara lain seperti Singapura, India, Brazil, Jepang, United Kingdom, dan lain sebagainya.

Aplikasi buatan Indonesia yang satu ini bisa di-download secara gratis. Bacaannya ada yang gratis dan berbayar, dengan total sebanyak lebih dari 100,000 bahan bacaan dalam berbagai topik. Untuk lebih meningkatkan kualitas pengalamanmu, aplikasi ini juga menyediakan berbagai in-app purchase. Selain tersedia di Android, Scoop juga dapat diunduh untuk perangkat iOS dan Windows Phone.

3. Save the Hamster

Save the Hamster adalah salah satu game asli Indonesia dengan tampilan yang unik dan lucu. Permainannya pun memang menarik baik bagi anak-anak maupun orang dewasa. Permainan ini berkisah tentang menyelamatkan seekor hamster dari rakun dan rubah. Selain perlu kecerdikan dalam mengatur strategi, kamu juga harus menguasai kemampuan matematika dasar untuk menyelesaikan tantangannya loh! Unik kan?

Aplikasi Save the Hamster adalah aplikasi buatan anak muda Indonesia yang pada saat itu tengah berstatus sebagai mahasiswa di Universitas Trunojoyo, Madura. Game ini berhasil menyabet juara kedua pada kategori “game” di perhelatan internasional, Imagine Cup 2013 yang berlangsung di Rusia.

4. Infinite Sky

Sesuai dengan namanya, Infinite Sky menawarkan sebuah petualangan di langit yang tak berbatas. Ini adalah sebuah game di mana kamu harus bermain sebagai pilot pesawat tempur. Pilih karakter pilotmu, meliuklah demi menghindari serangan, dan luncurkan senjatamu di saat yang tepat. Selama pesawatmu belum hancur, permainan akan terus berjalan.

Permainan dengan grafis 3D ini larisnya nggak tanggung-tanggung. Di Amerika Serikat, game ini pernah menduduki urutan ke-9 untuk game terlaris. Di Inggris, malah pernah mencapai ranking terlaris ke-5. Selain di Google Play Store, aplikasi ini juga tersedia di App Store dan bahkan pernah masuk ke Top Ten Most Downloaded.

5. Catfiz

Aplikasi instant messenger berbasis internet memang sudah menjamur di Play Store. Namun, justru alasan itulah yang menjadi tantangan bagi beberapa mahasiswa ITS untuk membuat satu buah aplikasi serupa agar warga Indonesia bisa memiliki aplikasi instant messenger sendiri. Lalu terciptalah Catfiz, yang namanya diambil dari ikan lele (catfish) dengan harapan aplikasi ini mudah berkembang biak dan beradaptasi di mana saja.

Meski belum bisa menyaingi Whatsapp dan Line, aplikasi ini sudah dapat dikatakan sukses. Apalagi, aplikasi ini juga menjamin privasi penggunanya karena tidak memerlukan nomor HP dan kamu pun bisa memilih siapa saja yang boleh berkomunikasi denganmu. Kesuksesan aplikasi ini dapat dilihat dari jumlah pengguna aktifnya yang tersebar hingga ke 73 negara di dunia. Adapun perbandingan pengguna lokal dan pengguna manca adalah 50:50. Laris juga kan?

6. Icon Pop Quiz

Merasa cukup gaul dan berwawasan? Coba uji pengetahuan umum kamu tentang apa-apa yang sempat populer di dunia melalui game Icon Pop Quiz. Di sini, akan tampil berbagai gambar-gambar icon dan kamu harus menebak apa itu. Icon yang menjadi pertanyaan antara lain berupa selebritis, judul film/serial, hingga karakter-karakter legendaris.

Game ringan ini sangat menghibur, terutama bagi mereka yang sombong dan mengaku tahu semua hal tentang pop culture di dunia ini. Tampilannya yang berwarna-warni cerah dan desainnya yang simple tapi imut ini akan semakin menambah semangatmu dalam bermain. Aplikasi ini sangat populer dan bahkan sempat menduduki peringkat pertama di kategori Top Free pada Play Store di beberapa negara seperti Australia, Kanada, Filipina, Inggris, dan lain sebagainya.

Nah itulah 6 aplikasi karya anak bangsa yang eksis di negara lain. Apakah satu satu aplikasi made in Indonesia ini menjadi pilihanmu? Jangan lupa tinggalkan pendapatmu di kolom komentar ya!

Tesla introduces fee for lazy owners who leave their cars at Supercharger stations

Tesla introduces fee for lazy owners who leave their cars at Supercharger stations

There’s nothing like driving your nearly-empty Tesla up to a Supercharger station for a top-up and finding every spot taken by other cars — probably all charged up and ready to go. Where are their drivers? How dare they? Tesla shares your anger and will soothe it by giving  those drivers a different kind of charge.
You know, the money kind.

The company announced today that until it can make the cars move themselves once charged — probably not that far off, actually — drivers will need to undertake that task, and do it within 5 minutes of the car hitting 100 percent. Once that 5 minutes passes, a $0.40 per minute fee will begin to assess — retroactively inclusive of the first 5, so you’re looking at $2 right off the bat.

“One would never leave a car parked at a gas station right at the pump and the same rule applies with Superchargers,” read Tesla’s announcement.
How will one know that it’s done and you need to scoot? Why, one will get an alert on one’s phone, of course, via the Tesla app. One already does, in fact. So one never had any excuse.
“To be clear, this change is purely about increasing customer happiness and we hope to never make any money from it,” the announcement also reads. What an odd thing to say! Get that money, Tesla. I predict a couple thousand bucks in the first month. If you don’t want it, give it to someone who does.

Google brings its upgraded keyboard app Gboard to Android

Google brings its upgraded keyboard app Gboard to Android

Google today officially announced that it’s rebranding its Google Keyboard application for Android users to “Gboard,” the name sported by its newer keyboard app that sports a fully integrated Google Search engine, emoji and GIF search, and more. The keyboard’s Android launch had been spotted earlier this week by a number of media sites and blogs, who had also noted app arrived with a few new features, as well.

Gboard was first launched on iOS around six months ago, as a means of giving Google a better way to integrate its search engine on users’ devices. Instead of putting it into a separate app, Google bundled search into the screen people use the most – their keyboard.

On Android, Gboard includes the same feature set as found in its iOS predecessor, as most of its changes were more about adding polish and addressing a few user concerns, rather than overhauling the core experience.

In the new app, you can now tap a Google logo to start your search – a tweak that makes access to Google search a bit more obvious.

The benefit of having search built in like this is that search results can be easily shared from your keyboard. This comes in handy when you want to share a business’s address, weather, flight times, news articles, restaurant info and more with your friend, without having to launch a separate app to dig up that information. Gboard will also predict possible searches, based on your chat which you may find either very useful or super creepy.

For example, the company explains, if you’re chatting with a friend about the weather, the app may offer a prediction for “Weather” which you could then share with a tap.

The app includes built in GIF and emoji search, too, like the iOS version does. A clever trick here is that Google makes it quicker to find the right emoji. Instead of scrolling, you can just do a search for the one you want (e.g. “monkey”).
One new feature that arrives with the Android app is an option to always show the number row on the screen – something that was one of users’ complaints about the keyboard layout. The app added support for multiple languages, as well, which will help bilingual users with their searches and the app’s predictions.

You can also choose to turn on Glide Typing, if that’s your preferred mode of text entry. And the app offers a standard lineup of keyboard features like text predictions, autocorrect, and voice typing.

Gboard will work in over 100 languages as it rolls out today to all markets, and more will be added in time.

4 Teknologi Canggih yang Wajib Ada di Smartphone Baru 2017

4 Teknologi Canggih yang Wajib Ada di Smartphone Baru 2017

4 Teknologi Canggih yang Wajib Ada di Smartphone Baru 2017

Setiap tahun, selalu ada smartphone baru yang dihadirkan oleh vendor smartphone. Bahkan tidak perlu menunggu hitungan tahun, ada vendor yang menghadirkan smartphone baru setiap bulannya. Dampaknya, kamu pasti pernah kebingungan saat akan membeli smartphone baru, kan? Apalagi jika spesifikasinya sangat canggih.

Biar kamu nggak bingung saat akan membeli smartphone baru di tahun 2017 nanti, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar smartphone kamu tidak ketinggalan zaman. Jadi, apa aja sih teknologi yang wajib ada di smartphone baru 2017 biar terlihat canggih dan kekinian?


Teknologi yang Wajib Ada di Smartphone Baru 2017

Dari mulai zaman telepon kabel hingga ke handphone, lalu sekarang beralih ke smartphone merupakan bukti tak terbantahkan bahwa teknologi terus berkembang. Agar semakin nyaman digunakan di tahun 2017, smartphone kamu harus punya teknologi berikut.

1. Kamera Siap Aksi

Sejak tren selfie mendunia, kamera di smartphone menjadi salah satu fitur yang harus diperhatikan. Karena itu, tahun 2017 kamu harus punya smartphone yang kamera depannya sudah dilengkapi LED Flash ya! Biar bisa nyaman untuk selfie kapan pun dan di mana pun. Bukan hanya soal spesifikasi yang tinggi dan dukungan LED Flash, kamera smartphone baru kamu harus siap aksi dengan aplikasi kamera yang lengkap.

2. Teknologi WiFi Terbaru

Smartphone dengan teknologi 4G LTE itu udah pasti wajib banget kamu miliki di tahun 2017. Selain bisa digunakan di jaringan 4G, smartphone kamu juga wajib pake teknologi WiFi terbaru yang memiliki jangkauan kuat dan luas. Jadi kalau kuota habis, kamu bisa dengan mudah terhubung ke internet pake WiFi. Nah, saat ini udah mulai ada smartphone yang pake microchip khusus yang memiliki sensitivitas tinggi dalam menangkap sinyal WiFi.

3. Audio Handal

Selain kamera canggih dan teknologi jaringan yang kuat, sisi audio juga harus diperhatikan. Buat kamu yang suka banget dengerin musik atau nonton video di smartphone, maka tahun 2017 kamu wajib punya smartphone dengan teknologi K-Amplifier untuk menghasilkan resonansi audio sempurna.

4. Game Ready

Saat ini, semakin banyak game-game keren yang bisa dimainkan di smartphone. Makanya bagi kamu yang suka banget main game di smartphone, harus punya smartphone handal. Untuk kelancaran kamu main game, RAM 2 GB dan prosesor Quad-core jadi spesifikasi minimal dari smartphone.

Jangan lupa, soal memori internal juga harus kamu perhatikan. Memori internal dengan kapasitas 16 GB setidaknya harus ada di smartphone. Serta harus ada dukungan memori eksternal untuk menyimpan foto, lagu, dan video.

Nah, jika kamu bertanya, ”Smartphone apa yang cocok untuk dibeli tahun 2017 nanti?”. Jawabannya adalah Advan i5E. Soalnya smartphone ini sudah dilengkapi semua teknologi-teknologi canggih. Bahkan, WiFi Advan i5E mampu menjangkau jaringan hingga jarak 50 meter!

Mengusung tagline Action Camera, Advan i5E jadi smartphone dengan kamera terbaik, berkat kamera utama 8 MP dan kamera depan 5MP. Uniknya, kamera depan smartphone ini sudah dibekali LED Flash, sehingga bisa membantu kamu agar nyaman selfie kapan pun dan di mana pun. Bukan cuma dari segi resolusi kamera, aplikasi kamera Advan i5E juga sudah dibekali beragam fitur menarik, seperti Auto Adjust Skin tone, Extra Filter dan Built-In Photo Editing yang membuat kamu bisa mengedit foto secara realtime.

Dibanderol dengan harga Rp1.499.000,-, kamu akan mendapatkan semua keunggulan tadi di Advan i5E. Smartphone ini juga siap memanjakan kamu dengan prosesor quad-core, RAM 2 GB, memori internal 16 GB yang bisa diperluas MicroSD hingga 32 GB, serta baterai 2.450 mAh yang bisa dilepas. Jadi, masih ragu beli Advan i5E di tahun baru?

8 Fitur Canggih di Smartphone Android ini PASTI Jarang Kamu Gunakan!

8 Fitur Canggih di Smartphone Android ini PASTI Jarang Kamu Gunakan

8 Fitur Canggih di Smartphone Android ini PASTI Jarang Kamu Gunakan!

Salah satu alasan kenapa Android bisa menarik banyak minat pengguna adalah karena mudah dikembangkan. Kemudahan ini kemudian menuntun pada banyaknya variasi aplikasi pendukung yang digunakan untuk memaksimalkan fitur bawaan smartphone.

Dengan beragamnya vendor smartphone Android, beragam pula fitur yang disematkan oleh masing-masing vendor. Tak jarang, fitur yang disematkan di dalam smartphone Android itu tidak pernah digunakan.


Fitur Android yang Jarang Digunakan

Pengguna Android bisa dengan mudah menemukan ribuan aplikasi unik dan keren di Google Play Store. Karena tergantung dengan keberadaan aplikasi pihak ketiga, beberapa fitur smartphone yang ada jadi jarang digunakan. Seperti beberapa fitur berikut.

1. Enkripsi

Sering dianggap rawan di segi keamanan, smartphone Android sudah dibekali dengan beragam metode keamanan. Salah satu fitur pendukung keamanan yang dibawa Android adalah Enkripsi.

Kelemahannya, smartphone yang dienkripsi performanya jadi lemot karena setiap proses pembacaan data harus menembus lapisan enkripsi. Dan lagi, enkripsi Android hanya satu arah, jadi tidak bisa diubah jadi data normal lagi. Dengan kelemahannya itu, maka wajar jika fitur enkripsi di Android jarang digunakan.

2. Live Wallpapaper

Mau smartphone yang menggunakan ROM AOSP atau ROM custom vendor, semuanya telah mendukung Live Wallpaper. Dengan menggunakan live wallpaper, tampilan Android kamu jadi terlihat lebih hidup dan tidak membosankan. Tapi karena dianggap boros baterai, maka fitur ini jadi jarang digunakan.

3. Multi User

Sejak Android Lollipop, pengguna Android jadi bisa menggunakan mode Multi User pada smartphone-nya. Dengan fitur ini pengguna Android jadi bisa membuat mode khusus untuk pribadi dan untuk orang lain (guest mode). Nantinya semua aplikasi dan file yang ada di mode pribadi tidak akan muncul di guest mode, begitu juga sebaliknya.

Namun fitur ini jarang digunakan oleh pengguna smartphone Android. Alih-alih mengaktifkan Multi User, banyak pengguna smartphone lebih memilih untuk tidak meminjamkan smartphonenya pada orang lain. Dasar pelit!

4. Smart Lock

Sesuai namanya, fitur ini akan dengan pintar menyesuaikan kapan dan di mana smartphone kita akan terkunci. Jika diaktifkan, kamu bisa otomatis menonaktifkan kunci smartphone saat di rumah, saat dekat dengan smartwatch, atau saat digenggam.

Di balik segala kelebihan dari fitur Smart Lock, pengguna Android lebih memilih untuk menginstal aplikasi pengunci layar, seperti Hi Locker atau DroidLock. Padahal jika mau sedikit meluangkan waktu untuk mengaktifkan Smart Lock, kamu akan jadi lebih mudah dan aman.

5. NFC

Near Field Communication (NFC) adalah metode transfer data untuk menciptakan komunikasi antar dua perangkat dengan cara menyinggungkan atau mendekatkan dua perangkat pada jarak tertentu. Cara ini biasa digunakan untuk metode pembayaran di kartu kredit atau debit, serta kartu akses lainnya.

Di smartphone, NFC digunakan untuk transfer file dengan cepat, musik atau gambar. Hanya saja karena masih sedikit smartphone yang menggunakan NFC, maka fitur ini pun jadi jarang digunakan.

6. Radio FM

Di era Internet of Things, masih ada vendor yang menyediakan fitur Radio FM pada smartphone buatannya. Padahal sekarang Radio FM sudah jarang digunakan karena tergeser oleh layanan music streaming seperti JOOX atau Spotify.

7. Print

Sama seperti Smart Lock dan Multi user, Print juga merupakan fitur yang dibekalkan Google sejak Android Lollipop. Print memungkinkan kamu untuk melihat dan mencetak dokumen langsung dari smartphone ke printer saat berada di jaringan WiFi yang sama. Jadi nggak perlu lagi ribet-ribet pindah dari smartphone ke komputer saat ingin cetak dokumen PDF.

Meski terbilang mudah untuk menggunakannya, karena harus berada dalam jaringan yang sama, membuat fitur Print di Android jarang digunakan. Toh sekarang semua serba paper-less kan? Jadi daripada nge-print, mending kirim via email.

8. Face Unlock

Bagi pengguna Android Kitkat, pasti akrab dengan fitur Face Unlock. Namun di Android Lollipop, Face Unlock lebih dikenal sebagai Trusted Face, merangkap dengan Smart Lock. Dengan fitur ini, smartphone kamu akan dibuka hanya jika mengenali wajahmu saja. Fitur ini jarang digunakan karena dinilai tidak efisien saat kondisi pencahayaan kurang memadai.

Itu dia beberapa fitur Android yang jarang digunakan oleh penggunanya. Apa kamu punya fitur Android lain yang juga jarang digunakan...

Cara Mudah Membuat Akun Whatsapp Tanpa Nomor Telepon

Cara Mudah Membuat Akun Whatsapp Tanpa Nomor Telepon

Cara Mudah Membuat Akun Whatsapp Tanpa Nomor Telepon

Siapa yang tidak mengenal WhatsApp? Aplikasi layanan chatting yang mempunyai jumlah pengguna lebih dari 1 miliar di seluruh dunia ini sudah sangat populer. WhatsApp adalah layanan chatting yang sangat simpel dan mudah digunakan.

Pengiriman pesan, audio, dan video bisa dilakukan dengan cepat bahkan dengan koneksi jaringan yang tidak stabil. Inilah salah satu kelebihan WhatsApp yang membuat banyak orang masih aktif menggunakannya. Terlebih lagi dengan kabar resmi bergabungnya WhatsApp dengan Facebook, kini fitur-fitur WhatsApp semakin lengkap dan mengagumkan.

Nah untuk membuat akun WhatsApp sendiri diperlukan sebuah nomor telepon, namun bagaimana jika kamu ingin membuat akun WhatsApp tanpa SIM Card? Jangan khawatir, ada tips WhatsApp Android yang bisa kamu coba untuk membuat akun WhatsApp tanpa nomor telepon. Penasaran? Yuk simak langkah-langkahnya berikut ini:

Cara Mudah Membuat Akun Whatsapp Tanpa Nomor Telepon

  • Sebelum menggunakan tips WhatsApp Android yang satu ini, kamu harus meng-install aplikasi yang bernama Primo. Aplikasi tersebut tersedia untuk banyak platform seperti Android, iOS, Windows, hingga MAC.
  • Buka Primo dan lakukan proses Sign Up untuk akun baru. Yang perlu kita lakukan hanyalah memilih username dan password.
  • Sekarang login di Primo dan pergi ke menu, di situ kita akan menemukan sebuah nomor ponsel. Nah, gunakan custom nomor tersebut untuk verifikasi akun WhatsApp.
  • Pilih metode “call as a verification” untuk mendapatkan kode verifikasi. Tunggu beberapa saat dan akan muncul panggilan masuk dari pihak WhatsApp.
  • Dengarkan kode yang diberikan dengan teliti, catat, dan masukan kode angka tersebut ke dalam kolom verifikasi.
  • Selesai.

Step Pertama

Step Kedua

Step Ketiga

Sekarang kamu telah berhasil melakukan verifikasi akun WhatsApp tanpa nomor telepon dan kini WhatsApp tanpa SIM Card siap kamu gunakan!